Thursday, August 18, 2011

Dah jadi manusia baru ibadah..

Manusia itu melaksanakan amanah, baru boleh ibadah. selagi tak laksanakan amanah perjanjian manusia yg kita janji semasa perut ibu dulu, kita blom jadi manusia, selagi tak jadi manusia, tak sah semua amalan...sekadar berupa manusia itu hanya tanggapan akal kita, selagi tidak kenal hati yg ada dalam dada manusia, kita blom jadi manusia..sebab itu firman allah "kholakal insan namin alaq" aku jadikan manusia dari hati.

bezanya manusia dengan semua makhluk, mereka dilahirkan tidak ada ambil amanah perjanjian, mereka lahir kedunia terus ibadah.

"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia (yg tak melaksanakan amanah) itu amat zalim dan amat bodoh..."al-ahzab:72

Dan ingatlah, ketika allah mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka (didalam perut ibu) dan Allah mengambil perjanjian kesaksian terhadap jiwa mereka : "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "kami menjadi saksi". Kami lakukan yang demikian itu agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang tidak diperingatkan terhadap perjanjian amanah ini " surah al-araf :172

maka selagi hilangnya kesaksian itu dari manusia (Hati), maka blom lah dia diiktiraf sebagai manusia. apa kata manusia bila ditanya akan mengenai perjanjian itu semasa mereka didunia? mereka jawab "dah mak bapak kami tak ajar, kat sekolah tak ajar, takda sapa pun sampaikan".... firman allah : mereka berkata " "Sesungguhnya orang-orang tua kami telah terlalai sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu" al-araf : 179

golongan yg berupa manusia..ada hati, ada tangan, ada telinga yg cantik ini, tetapi gagal laksana amanah, allah penuhkan kedalam neraka jahanam..firman allah : "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat, dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar. Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai."

bagi kita lalai tu satu kesalahan kecil...tapi bagi allah tidak, lalai dari mengingati allah itulah kesalahan manusia paling besar...

adaka patut allah dah jadikan manusia, kita tak mau ingat dia..(lalai).. itulah kemurkaan allah yg sangat2 besar.. maka peranan hati itu sangat lah pentingnya...jauh lebih penting dari IBADAH..kerana peranan amalan hati itu adalah AMANAH, yg kalau ditinggal, kita jadi golongan yg lalai, golongan yg lebih hina dari haiwan ternakan. (haiwan pun tiada seekor duduk dalam neraka)

"neraka wailul bagi orang yg degil hatinya dari berzikrullah, mereka didalam kesesatan yang nyata" al-zumar:22

"Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa ber zikrullah, mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi." al-mujaadilah : 19

"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia (yg tak melaksanakan amanah) itu amat zalim dan amat bodoh..."al-ahzab:72 <-- tetapi disebabkan amanah perjanjian itulah manusia menjadi makhluk paling mulia...sebab itu amanah perjanjian itu dilaksanakan dulu, (amalan syahadah - rukun islam pertama) baru lah sah dan elok amalan2 yang lain.

Hati itu bukan bermaksud hati yg daging dalam dada itu (jantung) ..tetapi terangkum 3 jenis hati, iaitu kalbi, kalbu dan kalbun. dikenali dan dirapatkan dengan jasad.. hati kajian sains itu hati daging sahaja.

Sekadar renunangan dipagi Jumaat ramadhan hari yg ke-19...

No comments:

Post a Comment